Pages

Senin, 04 Februari 2013

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS



PROPOSAL

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

(PTK)









UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA

MELALUI KARTU SUKU KATA

BAGI SISWA KELAS I SD NEGRI SINDANGWANGI I










Disusun oleh :

AGUNG IBRAHIM  


PROPOSAL

PENELITIAN TINDAKAN KELAS


       I.            JUDUL


UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI METODE KARTU SUKU KATA BAGI SISWA KELAS I SD NEGRI SINDANGWANGI I

    II.            BIDANG KAJIAN

Pembelajaran Bahasa Indonesia

 III.            PENDAHULUAN
Membaca merupakan proses awal mula belajar membaca bagi siswa kelas awal, karena disinilah pertama kali siswa diajarkan untuk bisa menggunakan keterampilan membaca khususnya Bahasa Indonesia. Oleh karena itu seorang guru harus mampu menciptakan pembelajaran yang efektif dan kondusif agar suasana pembelajaran bisa menyenangkan dan tidak terkesan membosankan.
Bahasa Indonesia merupakan pelajaran yang penting karena awal mula tumbuhnya keterampilan berbahasa Indonesia. Hal ini sangat lah penting karena latar belakang individu siswa tidak memiliki latar belakang Bahasa Indonesia.
Terkait dengan hal tersebut guru harus berupaya menciptakan pembelajaran yang berkesan agar bisa diterima oleh siswa sehingga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan membaca pada kelas awal beberapa upaya yang dilakukan salah satunya adalah. Dengan menggunakan metode kartu suku kata dengan metode ini diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang efisien dan efektif dalam suasana gembira.
 IV.            PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH

1.      Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan sebagaimana tersebut didepan, maka rumusan masalah yang diajukan dalam proposal ini adalah :

Apakah melalui metode kartu suku kata dapat meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia bagi siswa kelas I dan kelas II Sekolah Dasar Negri Sindangwangi I ?

2.      Pemecahan Masalah

Melihat kemampuan belajar membaca dan menulis siswa kelas I dan II yang masih sangat kurang dikhawatirkan akan berdampak pada mutu belajar siswa karena bisa juga berdampak pada mata pelajaran lain tidak terkecuali pada pelajaran bahasa indonesia. Dengan menggunakan metode kartu suku kata paling tidak akan mampu mengatasi kesulitan membaca dan menulis.

Menurut Piaget (dalam Hurlock,1978) melihat permainan kartu sebagai alat untuk membantu meningkatkan perkembangan kognitif anak, memungkinkan anak untuk memperaktekan kompetensi-kompetensi serta keterampilan yang diperlukan dengan cara yang santai dan menyenangkan tanpa perasaan bosan dan jenuh.



a.       Hipotensis

Hipotensisi yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah :

“ Melalui metode kartu suku kata dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia kelas I SDN Sindangwangi I ”

    V.            TUJUAN PENELITIAN

1.         Tujuan Umum

Tujuan peneliti yang diharapkan dari penelitian ini menjadi masukan bagi guru dan siswa untuk meningkatkan hasil belajar di rumah.


2.         Tujuan Khusus

Adapun tujuan khusus dari penelitian ini :

“ Untuk mengetahui apakah melalui metode kartu suku kata dapat meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia bagi siswa kelas I SDN Sindangwangi I.”

 VI.            MANFAAT HASIL PENELITIAN

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi :

a.       SDN Sindangwangi I

Dengan hasil penelitian ini diharapakan SD Negri 1 Sindangwangi dapat lebih meningkatkan keterampilan membaca pada kelas 1.




b.      Guru

Dengan hasil penelitian ini diharapkan bisa dijadikan bahan masukan guru untuk meningkatkan mutu pendidikan di kelasnya.

c.       Siswa

Dengan hasil penelitian ini diharapkan bisa dijadikan bahan masukan bagi siswa dalam rangka meningkatkan prestasi belajarnya.

VII.            KAJIAN PUSTAKA

1.      Landasan Teori

1.             Bahasa Indonesia

Pengajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar memiliki arti dan peranan penting bagi siswa, karena merupakan awal mula meltekannya landasan kemampuan berbahasa Indonesia. Hal ini bertambah pentingnya mengingat sebagian besar peserta didik yang memasuki Sekolah Dasar hampir tidak memiliki latar belakang berbahasa Indonesia (Depdikbud 1995:1).

Membaca permulaan dalam pengertian ini adalah membaca permulaan dalam teori keterampilan, maksdunya menekankan pada proses penyandian membaca secar mekanikal. Membaca permulaan yang menjadi acuan adalah membaca merupakan recoding dan acoding (Anderson 1972:209).

1.      Belajar

Upaya untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis siswa Sekolah Dasar dapat diajarkan dengan baik serta diperoleh hasil yang maksimal, maka guru memerlukan suatu strategi yang efektif dan efisien yang dapat diterapkan di Sekolah Dasar. Hal ini senada pendapat Nana Sudjana (1989:24) yang mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan prestasi belajar yang dikehendaki dalam kegiatan belajar mengajar, guru dapat memilih strategi yang disesuaikan dengan kondisi siswa kelas 1 SD. Kondisi siswa kelas 1 SD berbeda dengan kondisi kelas yang lebih tinggi. Siswa kelas 1 SD sangat peka dan dan menurut apa yang diajarkan gurunya.

1.      Prestasi Belajar

Prestasi belajar berasal dari kata “ prestasi “ dan “belajar’ prestasi berarti hasil yang telah dicapai (Depdikbud, 1995 : 787 ). Sedangkan pengertian belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau lmu (Depdikbud, 1995 : 14 ).

1.      Teknik

Dalam  umum bahasa Indonesia teknik diartikakan cara (kepandaian, dsb) membuat sesuatu atau melakukan sesuatu yang berkenaan dengan kesenian  (purwadarminta,: 1035). Sedangkan teknik yang dimaksud disini adalah cara tertentu yang dilakukan oleh guru yang akan dikenakan kepada siswanya dalam rangka mendapatkan informasi atau laporan yang diinginkan.

1.      Kartu suku kata

Pada dasarnya anak-anak usia 4-6 tahun sudah mampu mendengarkan, berkomunikasi. Strategi menggunakan kartu berseri seperti menggunakan kartu bergambar.
Metode ini diarahkan agar tujuan belajar dapat dicapai secara efisien dan efektif dalam suasana gembira meskipun hal-hal yang sulit atau berat. Menurut Piaget (dalam Hurlock,1978) melihat permainan kartu sebagai alat untuk membantu meningkatkan perkembangan kognitif anak, memungkinkan anak untuk memperaktekan kompetensi-kompetensi serta keterampilan yang diperlukan dengan cara yang santai dan menyenangkan tanpa perasaan bosan dan jenuh.

VIII.            RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN

1.      Rencana Penelitian

1.      Subjek penelitian

Subyek dalam peniltian ini adalah siswa kelas I SD Negeri 1 Sindangwangi  kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka jumlah siswa 24 orang.

Pertimbangan penulis mengambil subjek penelitian tersebut dimana kelas I masih banyak yang belum mampu menguasai membaca permulaan.
2.      Tempat penelitian

Dalam penelitian ini penulis mengambil lokasi di SD Negri I Sindangwangi kecamatan Sindangwangi, kabupaten Majalengka penulis mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan jarak yang strategis dan kebetulan penulis juga alumni dari sekolah tersebut.

3.      Waktu penelitian
Dengan beberapa pertimbangan dan alasan penulis menentukan menggunakan waktu penelitian selama 3 minggu. Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut pada semester I Tahun pelajaran 2012/2013.
4.      Lama tindakan

Waktu untuk melaksanakan tindakan pada minggu pertama, mulai dari siklus I, Siklus II dan Siklus III.

1.      Prosedur penelitian

Prosedur penelitian yang diterapkan dalam hal ini antara lain :

1.      Perencanaan


Mengajarkan anak dengan menggunakan buku bergambar. Contohnya guru menceritakan cerita yang ada pada gambar dan buku tersebut berisi gambar-gambar yang menarik seperti cerita tentang hewan dan lain-lain, menggambar huruf-huruf, maksudnya guru menyuruh siswa untuk menggambar huruf-huruf. Sehingga mereka tau bagaimana bentuk-bentuk huruf tersebut dan cepat untuk mengingatnya dengan cara yang menyenangkan, dan  membaca dengan metode kartu suku kata.

2.        Tindakan ( Action )/ Kegiatan, mencakup
a.     Siklus I, meliputi : Pendahuluan, kegiatan pokok dan penutup.
b.     Siklus II ( sama dengan I )
c.     Siklus III ( sama dengan I dan II )
3.       Refleksi, dimana perlu adanya pembahasan antara siklus – siklus tersebut untuk dapat menentukan kesimpulan atau hasil dari penelitian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar